Berkunjung ke Tokyobike Indonesia

Minggu lalu, kami berkunjung ke Jari Jari Bike Boutique, toko sepeda yang merupakan authorized retailer dari brand sepeda ternama asal Jepang, Tokyobike. Di sana, kami dijamu oleh Digital & PR Manager Tokyobike Indonesia, Lutfi Permana. Kami berbincang tentang sejarah dan hal-hal menarik seputar Tokyobike, kegiatan-kegiatan yang telah dan sedang dilakukan Tokyobike, dan rencana mereka ke depannya, sehubungan dengan visi kami dalam memajukan kultur bersepeda di Indonesia.

Sesuai namanya, Tokyobike lahir pada tahun 2002 di daerah pinggiran Tokyo. Dengan mengambil inspirasi dari iklim, kultur, dan gaya hidup Tokyo, sepeda ini didesain secara spesifik untuk berkendara di kota Tokyo. Makanya, mulai dari desain, pemilihan warna, dan karakternya secara keseluruhan, sepeda ini memang didesain untuk bersepeda santai menikmati suasana kota.

Untuk ukuran toko sepeda, Jari Jari Bike Boutique ini bisa dibilang mungil. Tapi koleksi Tokyobike-nya lumayan lengkap. Di sana terpajang seri ClassicBisou, dan Single Speed. Sayang, waktu kami ke sana, seri Sport sedang tidak ada stok. Menurut Lutfi, seri Sport ini memang yang paling banyak dicari.

Karena memang dirancang sebagai city bike, kelebihan yang paling menonjol dari sepeda Tokyobike ini memang tampilannya yang sangat stylish. Sementara dari segi harga, tergolong mahal jika dibandingkan dengan sepeda sejenis. Apalagi mengingat fiturnya yang minimalis. Tapi dari secara fashion, Tokyobike memang unggul. Sayangnya, unsur fashionable ini tidak didukung dengan kemudahan dalam customizing. Hanya bagian-bagian tertentu saja yang bisa di-customize, seperti misalnya handle bar dan saddle.

Di Indonesia, istilah atau sepeda berjenis city bike ini belum terlalu merakyat. Jenis sepeda yang paling banyak digunakan di sini adalah mountain bikeMindset orang-orang, kalau mau beli sepeda, ya mountain bike. Apapun merknya. Anak berprestasi dikasih kado sepeda, sepedanya hampir pasti mountain bike. Gerakan Bike to Work oleh instansi-instansi pemerintah, sepedanya sebagian besar mountain bike. Padahal sudah tentu sekolah anak atau kantor pemerintah letaknya di dalam kota, tidak mungkin di gunung. Mungkin pengaruh kultur bersepeda yang sudah dimulai lebih dulu dari daerah, bukan dari kota.

Tidak ada yang salah dengan mountain bike. Yang jadi masalah, jika digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya. Sesuai namanya, mountain bike itu dirancang untuk digunakan di gunung. Lengkap dengan jenis bannya yang bergerigi, tipe gear, kelengkapan suspensi, dan lain sebagainya. Kalau jenis sepeda itu disesuaikan dengan peruntukannya, tentu memakainya juga lebih nyaman. Sama seperti sepatu. Ada sepatu lari, sepatu basket, sepatu hiking, dan lain sebagainya. Sepatu lari bisa saja digunakan untuk bermain basket. Tapi tentunya tidak optimal. Demikian juga halnya dengan sepeda.

Ada banyak pilihan city bike. Tokyobike hanyalah salah satunya yang dari segi fashion lebih menonjol, dan mungkin mewakili jiwa anak muda. Pilihan lainnya, bisa dilihat di toko-toko sepeda terdekat.

Kembali tentang Tokyobike, sebagaimana yang disampaikan Lutfi kepada kami, Tokyobike Indonesia sangat berkomitmen dalam menjalankan visinya mengajak orang-orang untuk lebih meng-explore kota tempat tinggalnya. Salah satunya dengan menggalakkan kampanye #ayokLihat di media sosial. Selain itu mereka juga berencana mengadakan berbagai kegiatan di beberapa kota di Indonesia. Semoga hal ini membawa pengaruh positif terhadap perkembangan kultur bersepeda di Indonesia. Kita tunggu saja.

____

Jari Jari Bike Boutique / Tokyobike Indonesia
Jalan Warung Buncit Raya No 18 Pancoran, Jakarta Selatan
www.tokyobikeid.com

Ride&Right

editor

2 comments

  1. Pingback:Destination : TOKYO – The Babybirds

  2. Pingback:Hey, Bisou! – The Babybirds

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *